MANUSIA TERAKHIR KELUAR DARI NERAKA DAN MASUK KE SURGA
by Hendro Kusworo on Tuesday, November 2, 2010 at 5:52am
MANUSIA TERAKHIR KELUAR DARI NERAKA DAN MASUK KE SURGA
Rasulullah SAW bersabda, “Aku benar-benar mengetahui seorang penduduk neraka yang paling akhir keluar darinya dan penduduk surga yang paling akhir masuk ke dalam surga. Yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dengan keadaan merangkak, lalu Allah berkata kepadanya, “Pergilah! Masuklah ke dalam surga”.
Nabi SAW bersabda, “Lalu dia mendatangi surga, namun dikhayalkan kepadanya bahwa surga telah penuh. Maka dia kembali lalu berkata, “Wahai Rabb-ku. Aku mendapati surga telah penuh”. Allah SWT berkata kepadanya, “Pergilah, masuklah ke dalam surga!”
Nabi SAW bersabda, “Lalu dia mendatangi surga lagi, namun kembali dikhayalkan kepadanya bahwa surga telah penuh. Maka dia kembali lalu berkata, “Wahai Rabb-ku. Aku mendapati surga telah penuh”. Allah SWT berkata kepadanya, “Pergilah, masuklah ke dalam surga! Sesungguhnya engkau memiliki semisal dunia dan sepuluh kalinya, atau engkau memiliki sepuluh kali dunia”
Nabi SAW bersabda, “Laki-laki itu berkata, ‘Apakah Engkau meperolok-olok aku (atau Engkau mentertawakan aku) padahal Engkau adalah Raja?’
‘Abdullah bin Mas’ud ra berkata, “Aku melihat Rasulullah SAW tertawa sampai nampak gigi gerahamnya’. Dan dikatakan bahwa orang itu adalah penduduk surga yang paling rendah derajatnya”. (HR. Muslim)
Allah SWT berfirman: “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami menjadi pembuat perhitungan.” (QS. Al-anbiyaa (21): 47)
Sesungguhnya manusia akan di siksa dahulu di neraka (bagi yang timbangan amal buruknya lebih berat)
Rasulullah SAW bersabda, “Ahli surga akan memasuki surga dan ahli neraka akan memasuki neraka. Kemudian Allah SWT berfirman, ‘Keluarkanlah dari neraka bagi siapa saja yang didalamnya terdapat keimanan, meski hanya seberat biji sawi’. Maka, dikeluarkanlah mereka dalam keadaan hitam pekat. Kemudian mereka diletakkan ke dalam nahrul hayyah (sungai kehidupan), sehingga tumbuhlah mereka sebagaimana benih di dekat tanah yang tergenang air. Tidaklah engkau berpendapat bahwa biji tersebut muncul kekuning-kuningan berseri-seri?” (HR. Bukhari, Muslim dan an-Nasa’i)
“Akan keluar dari neraka, orang yang telah mengucapkan laa illaha illallah (tiada Tuhan selain Allah) dan di dalam hatinya ada kebaikan meski hanya seberat biji kacang. Akan keluar dari neraka, orang yang telah mengucapkan laa illaha illallah (tiada Tuhan selain Allah) dan di dalam hatinya ada kebaikan meski hanya seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka, orang yang telah mengucapkan laa illaha illallah (tiada Tuhan selain Allah) dan di dalam hatinya ada kebaikan meski hanya seberat atom.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi).
Dalam hadits Qudsi juga ditegaskan tentang hal ini. “Apabila penduduk surga telah masuk surga dan penghuni neraka telah masuk neraka, maka Allah SWT berfirman, ‘Barang siapa di dalam hatinya terdapat keimanan sebesar atom, maka keluarkanlah dia dari neraka!’ Dikeluarkanlah sejumlah orang yang telah terbakar dan hangus menjadi arang. Kemudian mereka dilemparkan ke dalam sungai kehidupan. Mereka pun akhirnya kembali wujud sebagaimana benih yang tumbuh di Lumpur yang terbawa aliran air’…
Semua itu bukti keadilan Allah SWT atas manusia. Sesedikit apapun kebaikannya, pasti Allah akan memperhitungkannya. Ahli neraka yang terdapat keimanan seberat atom pun akan mendapat ganjarannya. Tentunya setelah ia disiksa dahulu di dalam neraka dan dikeluarkan lalu dimasukkan ke dalam sungai kehidupan, hingga kembali utuh kembali ke wujud yang sempurna setelah mengalami penyiksaan di dalam neraka. Kemudian orang tersebut dimasukkan ke dalam surga, lalu ditulis pada dahinya, “mereka adalah orang-orang yang dibebaskan Allah dari neraka”
Dalam sebuah riwayat disebutkan: Seorang yang telah tinggal di dalam neraka selama seribu tahun berseru, “ya Hannan, ya Mannan…” Maka Allah mengurus malaikat untuk datang kepadanya. Malaikat tersebut kemudian masuk ke dalam neraka dan mencarinya selama 70 tahun, namun tidak mampu menemukannya. Kemudian Allah SWT berfirman, “Pergilah, ia berada di lembah anu di bawah batu besar. Keluarkanlah ia” Malaikat itu pun segera pergi kesana dan mengeluarkannya dari situ, lalu memasukkannya ke dalam surga. Orang yang telah dimasukkan ke dalam surga tersebut kemudian memohon kepada Allah SWT agar menghapus nama yang ada di dahinya. Maka Allah pun mengabulkannya dan mengutus malaikat untuk mebghapus tulisan tersebut. Setelah itu Allah berfirman kepada semua penghuni surga, “Pergilah kepada penghuni neraka” Dan disana mereka ada yang melihat orang-orang yang dikenalnya. (ayah, ibu, anak, tetangga, dsb.)
Tempat yang dimaksud adalah suatu tempat seperti dataran tinggi pembatas antara surga dan neraka. Dimana para penghuni surga dapat bertemu dengan para penghuni neraka dan mereka saling mengenali dari tanda-tanda pada diri masing-masing. (Lihat QS. Al-A’raaf (07): 46-51)
Ingatlah firman Allah SWT:
“Dan tetaplah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman:” Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” (Yaitu) orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang munkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. al-A’raf (7) : 156-157)
“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.” (QS. al-A’raf (7) : 178)
MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANNYA
Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu di beri petunjuk oleh Allah SWT. Amiinn…
Semoga Bermnfaat
assalamu'alaikum warahmatullah...
BalasHapusartikel yg bagus sekali, insya Allah bermanfaat.
yg ingin saya tanyakan, krna keterbatasan ilmu dan pengetahuan bagi saya...
"apabila org yg terdapat keimanan barang sedikitpun, akan dikeluarkan dr neraka dan dimasukkan kdlm surga. ini adlh salah satu bukti Allah Maha Adil dn Maha Pengasih. lalu bgaimana dg org yg timbangan amalnya lebih berat, namun pasti ada amalan yg buruk pula. setelah masuk surga, apakah tdk akan pernah merasakan balasan atas amalan buruk yg pernah dilakukannya? mengingat bahwa setiap amal kebaikan maupun amal keburukan pasti mendapat balasan dari Allah."
sekian pertanyaan saya, semoga mendapat kecerahan dr saudara2ku...
Assalamu `alaikum Wr. Wb.
HapusOrang yang masuk neraka ada berjenis-jenis. Ada yang masuk lalu keluar lagi dan ada juga yang masuk dan tidak keluar-keluar lagi. Yang masuk dan keluar lagi itu ada yang sebentar dan ada yang lama. Namun harus diingat bahwa ukuran sebentar atau lamanya tidak bisa dibandingkan dengan ukuran waktu di dunia ini.
Di dalam Al-Quran, Allah SWT ada menyebut beberapa jenis kejahatan dan dosa yang mengakibatkan pelakunya mendekam selamanya di neraka.
1. Murtad
Salah satunya adalah orang yang murtad atau keluar dari agama Islam. Seperti yang kita baca di ayat berikut ini :
Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim. Mereka itu, balasannya ialah: bahwasanya la'nat Allah ditimpakan kepada mereka, la'nat para malaikat dan manusia seluruhnya, mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak mereka diberi tangguh,(QS. Ali Imran : 86-88 )
2. Kafir dan Menghalangi Orang Dari Jalan Allah
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan jalan kepada mereka, kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(QS. An-Nisa : 167-169)
3. Menyesatkan Manusia Dari Agama Allah
Dan hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya : "Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki ". Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.(QS. Al-An`am : 128)
4. Munafiq
Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela'nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (QS. At-Taubah : 68)
Dan masih banyak lagi ayat-ayat lain yang menyebutkan kriteria orang yang akan masuk neraka selama-lamanya.
Wallahu A`lam Bish-shawab
Wassalamu `alaikum Wr. Wb.
QS. al-Qari’ah (101) : 5
HapusDan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,
QS. al-Qari’ah (101) : 6
maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.
QS. al-Qari’ah (101) : 7
Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
QS. al-Qari’ah (101) : 8
maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
Insya Allah. Semoga terjawab sudah....amin.
salam.